Aku Nggak Mau Jadi Gay!

Aku Nggak Mau Jadi Gay! …. Assalamualaikum, saya ingin curhat dan mencari pemecahan masalah saya ini semoga bisa di bantu.

Kota Hamburg Jerman

Saya punya orientasi seks berbeda, bisa dibilang mendekati kata gay/bisex tapi sejauh ini yg saya lakukan masih dalam perasaan saja belum (jangan sampai terjadi) berhubungan badan dengan sesama.

Saya sangat tersiksa dengan rasa ini, apalagi rasa ini semakin jadi di tahun ini, saya suka dengan teman kuliah, sesama lelaki, saya selalu beri perhatian lebih dengan dia, bahkan pernah satu waktu dia juga beri perhatian lebih ke saya waktu saya sakit dan itu hal yang bikin saya semakin suka dengannya. saya yakin dia tidak sama dengan saya dan tidak mau dia jijik dengan saya.

Saya nggak mau larut dengan perasaan gay ini. Sebagai informasi, saya merasakan perasaan aneh ini sejak SMA, saya pikir penyebabnya karena bully an di SMP dari teman lain karena saya termasuk orang pendiam dan lemah di hal olahraga dan saya dikata gay.

Sebab lain juga mungkin karena kebencian saya pada sosok ayah yangg dulu pernah meninggalkan saya dan ibu, pergi begitu saja dari rumah . Tidak ada yg tahu permasalahan saya ini, saya ingin sembuh dan tidak mau teman-teman menjauhi dan membenci saya.

Sekarang saya mulai hapus kontak orang orang yang saya suka, dan meminimalkan bertemu atau ngobrol dengan mereka. Saya coba mendekatkan diri kepada Tuhan, tapi rasa ini masih saja ada. Kadang saya putus asa, merasa diri ini seperti najis yang menjijikkan, saya muak dengan diri saya sendiri.

Mohon Kepada teman teman blog untuk memberi masukan supaya saya sembuh dari penyakit ini, saya tidak mau semakin larut dengan rasa ini, dan tidak mau sampe ada hubungan tidak wajar dengan sesama dan ingin kembali ke jalan sebagai pria normal, untuk menikah saya belum siap karennan ekonomi dan org tua pun belum mendukung karena saya masih menempuh pendidikan sebagai mahasiswa. Terimakasih temen temen blog, semoga masukan nya bisa memberikan hikmah kepada saya aamiin.

Curhatan dari mas Tanpanama di Tempat curhat online 3 , yang akan hadir buat menanggapi komentar yang masuk.

Pembaca dan teman blog tercinta, adakah saran buat mas Tanpanamma? terima kasih.

Cerita curhatan lainnya bisa dibaca di Cerita curhat online

 

44 thoughts on “Aku Nggak Mau Jadi Gay!

    • Terimakasih atas respons nya Pak, Mohon doa atas ke sembuh an kaum yg terjebak di dunia seperti ini agar sembuh Pak

    • Terima kasih atas sarannya. Insya allah saya sedang dalam jalan allah hanya saja rasa saya ini masih ada getaran jika ketemu dg yg lebih dari saya antara rasa iri atau rasa suka itu beda tipis dan saya ga tau rasa saya ini apa

    • Betul kata cumilebay. Mendekatkan diri pada Tuhan itulah solusi terbaik. Asal ada niat, seberapa berat tantangannya pasti kita akan bisa melaluinya. Bagaimana caranya pastilah anda nanti akan menemukannya. Salut pada anda karena sudah mau menyadari dan sharing dengan kita semua. Saya pikir inilah langkah pertama yang sangat bagus yang sudah mas ambil untuk mulai berubah. Jangan pernah menyerah dengan semua kendala yang nanti pasti akan menghadang, karena itulah salah satu ciri orang beriman. Saya mendukung dan berdoa untuk anda.

    • Terimakasih pak hp, saya kini sedang berusaha lbh dekat dg tuhan saya, dan sama sebisa mungkin menjauhi kategori pria yg saya suka, tapi kadang sikap mereka malah semakin jadi memberi perhatian ke saya dll. Padahal saya tidak pernah terus terang kalo saya ini beda ke mereka. Mhn pencerahan pak

    • Terimakasih mba melati atas sarannya, masalah saya, saya juga ada wanita yg saya suka tapi saya juga kdg minder krn saya bukan org yg berada dan saya selalu berfikir wanita ga ada yg mau dg saya, kalo lbh ke hubungan yg jauh dari teman, selaginya ada yg mengungkapkan perasaan duluan ke saya krn sifat memilih saya, saya menolaknya. Dan rasa ke wanita saya skrg lbh nyaman dr teman, lihat wanita cantik hati saya bergetar, tapi ketika lihat pria pun jauh lbh bergetar saya juga muak ama perasaan ini, jadi ketika di jalan ketika dari jauh jika saya melihat akan berpapasan dg laki lain saya pilih menghindari atau tidak melihat wajahnya. Apakah sikap saya sudah baik mba kalo begini

  1. Entah lah mas tanpanama :( saya pun tdk tau.. Karna memang saya tdk pernah di posisi mas.. Yg saya tau dr pisikolog.. Penyakit mas ini hrs segera d sembuhkn sblm penyakitnya semakin meraja lela :D dan yg saya tau salah satu pengobatanya dgn bergaur kepada wanita (seperti pacaran)… Sebisa mungkin mas hrs menghindar dari sesama jenis (sementara waktu) sampai mas benar2 sembuh… Yg terpenting memang hrs lebih mendekatkan diri kepada tuhan sang pencipta…

  2. Selamat pagi mas Tanpanama,

    terima kasih sudah menanggapi saran yang masuk. Salut dengan keinginan positifnya, semoga saran dan komentar yang masuk bisa membantu ya.

    Saya pernah baca satu artikel tentang seorang dokter yang memberi nasehat ke pasiennya yang ingin sembuh dari sakit di tubuhnya dengan mengatakan bahwa :

    Untuk sembuh dari sakit itu dibutuhkan niat, seperti kalau kita mau berpuasa, harus niat, karena saat diucapkan niat itu maka otak akan memerintahkan tubuh untuk berpuasa, makanya yang benar benar niat puasanya akan kuat, berapa jam pun, dokter itu bilang kalau mau sembuh juga wajib mengucapkan niat. Saya rasa tak hanya puasa atau sembuh dari sakit, tapi juga jika kita menginginkan sesuatu agar tercapai perlu juga dibutuhkan niat.

    Selain itu dibutuhkan juga usaha, jadi salah satu yang mas lakukan itu sudah bagus dengan menghapus kontak dengan orang orang yang kamu suka dan meminimkan ngobrol dengan mereka. Mungkin bisa juga ditambah dengan menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan hingga tak punya waktu untuk berpikir hal hal negatif.

    Mendekatkan diri yang sudah kamu lakukan itu sudah sangat bagus mas, itu memang penting kita lakukan dalam hal apapun termasuk jika kita punya keinginan agar terkabul, kalau rutin dan sabar Insya Allah akan dikabulkan.

    Jadi jangan pernah berputus asa mas, saya doakan dari sini semoga segala keinginannya bisa segera terwujud.

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Ely…

    Disapa dulu mbak Ely ya kerana sudah kangen mendengar khabarnya mbak. Didoakan mbak sihat dan ceria selalu di bulan barakah ini.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. :)

  4. Salam sejahtera saudara Tanpanama…

    Saya sangat bersimpati dan berempati dengan apa yang telah dilalui. kesedaran yang sudah ada itu merupakan satu jalan untuk mencari penyelesaiannya keluar kepada masalah saudara. haruslah dilurus niat dengan penuh tekad. jangan dilayan perasaan berbelah bahagi itu.

    Banyakkan membaca al-Quran, bersolat sunat dan berzikir kepada Allah. Hindari dari mengingati perasaan tersebut.

    Ambil iktibar dari kisa umat nabi Luth yang terjebak dengan gay ini. Mereka telah dilaknat Allah dengan azab yang pedih di dunia lagi iaitu direjam dengan hujan batu dari langit.

    Ingati sahaja azab Allah di akhirat yang lebih dahsyat, saya yakin saudara akan menginsafinya. Saya doakan hidayah Allah mengiringi saudara menuju kebaikan dunia dan akhirat. aamiin.

    Salam sejahtera dari sarikei, Sarawak.

  5. Hmm… Gimana ya :’ aku kurang tau harus ngasih saran bagaimana sih. udah beberapa yang ngasih banyak saran yang bagus.

    kalau aku, mending bertaubat dan segera mendekatkan diri pada Allah :) niat udah bagus kan nggak mau jadi gay, tinggal merealisasikan apa yang menjadi niat kamu itu :)

    terimakasih :)

  6. hai,

    tidak terlalu paham juga tentang dunia gay, mencoba memberi sdikit masukan saja ya ..

    ~ jauhi lingkungan yang mendukung anda menjadi guy, sebab itu biasanya faktor utama juga yg menjadikan gay,berkumpul dg sesamanya, mulai sekarang hindari..

    ~ dilawan saja perasaan suka kepada sesama sejenisnya, sugestikan bahwa itu tak baik..
    ~ pelan pelan belajarlah untuk suka pada mahluk yang jenisnya wanita sungguhan :)
    ~ yang paling utama adalah meminta bantuan pada Tuhan sang pencipta sebab hanya dia yang bisa merubahnya dengan segala usaha kerasmu, perbanyaklah berdoa,asalkan sungguh sungguh anda akan kembali menjadi lelaki yang sesungguhnya :)

    semangat untuk berubah ya, apapun yang orang katakan tentangmu jika berjalan dalam kebenaran insya allah pasti bisa, dan harus yakin pasti bisa, semangaat ya,,,,,didoain.. :)

    salam,

    ~ wi3nd ~

    • Sependapat juga dengan mba Wiend. Memang harus kembali ke jalan Tuhan dulu yang utama. Pelajari dan baca-baca sejarah terdahulu, kenapa Allah melaknat kaum homoseksual.
      Pelajari tentang fitrah sesungguhnya kenapa kita diciptakan.
      Trus juga harus berusaha keras melawan perasaan itu, karena salah, dan jauhi penyebabnya atau aspek yang membuat gejolak begitu makin tumbuh.

      Semangat ya, dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Walau jalan tipa orang beda-beda, ada yang gampang, ada yang butuh effort lebih.

  7. Kalau saran saya ya tobat gan ,kembali ke jalan alloh subhanawata’ala *kalau muslim
    dengan mengikuti apa yang diperintahkan alloh dan menjauhi apa yang dilarangnya insya alloh akan baik baik saja dalam menjalani kehidupan ini ,yang paling penting itu terus berdo’a dan berupaya berubah dari hal hal tersebut…
    salam kenal
    sutopo blogger jogja

  8. yang pertama tentunya sih mendekatkan diri kepada Allah S.W.T setelah itu juga diperbaiki lingkungan anda seperti ikut pengajian, carilah teman – teman buat anda juga yg selalu mengingatkan anda kembali kepada Allah S.W.T. klo anda memilih teman yg tepat insyaallah bersamaan dengan itu kesembuhan juga ada. Amin

    Tetep Semangat ya, Allah masih memberi waktu untuk bertobat buat anda. Bismillah,,,,,

  9. Mas TanpaNama,

    Saya tidak akan kasih solusi mainstream yang sudah disebutkan beribu kali setiap anda bertanya. Untuk lepas dari rasa tersiksa ini, jangan lari darinya, tapi hadapi dan telaah.

    Saya tidak menganjurkan anda untuk menjauh dari Tuhan, tapi jika hal ini benar menyiksa, alangkah baiknya anda berdiskusi dengan diri sendiri, bukan siapapun (sepercaya apapun anda dengan mereka).
    Bertanyalah 4 hal:
    Apakah anda menikmati melihat sesama jenis? di level fisik atau perasaan?
    Apakah anda menikmati melihat lawan jenis? di level fisik atau perasaan?

    level fisik: kagum/suka melihat bentuk wajah/tubuh, keinginan untuk menyentuh atau lebih, keinginan disentuh atau lebih, mendengar suara, dll

    level perasaan: senang ketika ada interaksi (percakapan, kontak mata, candaan), keinginan untuk memberikan kasih sayang, keinginan untuk diberikan kasih sayang, dll

    Jujurlah dan jangan takut, apapun jawabannya, jangan dilawan. Anda sedang berbicara pada satu-satunya yang dapat membantu anda, yaitu diri anda sendiri.

    Bila jawabannya lebih mengarah ke sesama jenis, tanyakan pada hati kecil anda, apakah anda ingin berubah? Karena apa anda ingin berubah, rasa takut akan tekanan sosial atau rasa bersalah terhadap orang tua, atau memang merasa tidak cocok dengan rasa suka ini?

    Kenapa saya sarankan demikian?
    Karena mengenal diri sendiri (tak peduli usia) memang tidak mudah, apabila anda berorientasi seksual ke lawan jenis, maka anda akan nyaman tanpa perlu memaksa diri untuk berubah. Nantinya tak akan ada lagi keinginan untuk melihat pria sama sekali.

    Dan apabila anda benar berorientasi seksual ke sesama jenis, maka mencoba mengubah hal ini dari sisi agama dan sosial malah menyebabkan ketidaknyamanan dalam tubuh, represi rasa, dan kekangan yang menjadi bom waktu. Yang bisa anda lakukan adalah menerima apa adanya tanpa terseret arus keinginan anda. Ingat, bukan melawan, hanya bertahan agar tak terseret arus.

    Faktanya, ada cerita seorang heteroseksual yang memiliki kecenderungan biseksual karena ia merasa nyaman dengan melihat sesama jenis (karena ketampanan atau perhatiannya), tapi ia benci dirinya sendiri, takut dan panik. Tapi semakin tinggi rasa benci, takut, dan panik itu dan semakin besar usahanya untuk kembali ke jalan yang benar, semakin besar pula keinginannya untuk mencuri-curi pandang, untuk melawan semua kekangannya. Ini menyebabkan pecahnya pola pikir dan rasa yang dialaminya.

    Di akhir saran saya, akan jauh lebih baik anda menemukan yang paling nyaman untuk diri anda sendiri tanpa takut hukuman sosial atau dogma agama. Membatasi diri dari arus liar tanpa melawan.

    Semoga membantu!

  10. LGBT marak belakangan ini, faktornya banyak sekali, dan untuk mengurangi jumlahnya pendekatan keluarga, lingkungan dan agama sangat penting. buat mengucilkan atau merendahkan namun merangkul dan membuatnya menjadi fitrah manusia berpasang-pasangan.

    No Hate Just Love

  11. Brother Tanpanama seakan hampir melenceng dari deffault setting yang sudah dirancang oleh-Nya. Apa saja itu deffault setting? Gugling deh, tentang fitrah manusia itu apa aja.

    Andaikan dianalogikakan dengan komputer, komputer yang udah ga deffault setting (karena udah ditambahi bermacam2 program), boleh jadi rentan terserang virus. Apalagi kalo antivirusnya ga kebal.

    Kalo di komputer, kita bisa coba dengan menginstal program yang bikin komputer kita error, caranya ya dichek satu-satu. Ke-eroran timbul setelah kita menginstal apaan. Baru deh, program itu kita uninstall. Kalo masih ada yang ga beres, setelah kita menginstal beberapa program, mungkin virus atau malfungsi program sudah merusak sistem. Disaat itulah, kita butuh untuk menginstal ulang komputer kita. Mengembalikannya ke deffault setting yang telah dirancanng si pembuat.

    Nah, brother Tanpanama paham dengan analogi saya gak? Brother Tanpanama, telisik apa saja yang membuat rasa tertarik dengan kaum lelaki menjadi seperti itu? Karena masa kecil thok? Kalo itu yang terjadi, coba atasi dulu trauma masa kecilnya. Banyak baca buku tentang masalah Iman Kepada Takdir, ya. Atau, karena brother menyebut status sebagai mahasiswa, bisa juga dengan bergabung dengan organisasi keagamaan.

    Pilih yang ada sistem pengajaran dan penjagaannya ya bro, semacam Tarbiyah. Kenapa kusaranin pilih yang ini, karena di situ ada sistem murobbinya. Jadi nanti di sana bakalan ada pertemuan rutin seminggu sekali, untuk mengetahui keadaan rohani masing-masing personel. Kalo bingung dengan yang saya maksud: di kampusmu ada kan, mahasiswa-mahasiswa yang terafiliasi dengan KAMMI atau PeKaeS (maaf terpaksa nyebut merek), deketin mereka tuh. Karena ga semua orang2 tersebut sejelek yang digambarin media.

    Saya bukan bagian dari mereka, tapi pernah merasakan betapa menyenangkannya sistem ‘penjagaan dan persaudaraan’ yang mereka bangun. Tersistem-tersturktur-dan sistematis.

    Well, seperti kata Enigma Sensei dalam footnote blognya:
    If I see in the darkness, it’s because there is light….And it is the light which guides me now….

    Setiap ada kemauan, pasti ada jalan. Tergantung seberapa kuat kemauanmu itu.
    Goodluck.

    • Ralat, ada beberapa kata yang salah gegara kemaren ngetiknya buru-buru:

      Brother Tanpanama seakan hampir melenceng dari deffault setting yang sudah dirancang oleh-Nya. Apa saja itu deffault setting? Gugling deh, tentang fitrah manusia itu apa aja.

      Andaikan dianalogikakan dengan komputer, komputer yang udah ga deffault setting (karena udah ditambahi bermacam2 program), boleh jadi rentan terserang virus. Apalagi kalo antivirusnya ga kebal.

      Kalo di komputer, kita bisa coba dengan meng-uninstall program yang bikin komputer kita error, caranya ya dichek satu-satu. Ke-eroran timbul setelah kita menginstal program apaan. Baru deh, program itu kita uninstall. Kalo masih ada yang ga beres, setelah kita meng-uninstall beberapa program, mungkin virus atau malfungsi program sudah merusak sistem. Disaat itulah, kita butuh untuk menginstal-ulang komputer kita. Mengembalikannya ke deffault setting yang telah dirancanng si pembuat.

      Nah, brother Tanpanama paham dengan analogi yang saya tulis di atas gak?

      Akibat tidak akan terjadi tanpa sebab-sebab yang mendahului. Kecenderungan-untuk-menyukai-sesama-jenis (dalam konteks kasus brother Tanpanama adalah sbg akibat), pasti awalnya juga dipelopori oleh sebab-sebab tertentu.

      Brother Tanpanama, telisik apa saja yang membuat rasa tertarik dengan kaum lelaki menjadi seperti itu? Apa iya cuma karena masa kecil thok? Kalo itu yang terjadi, coba atasi dulu trauma masa kecilnya. Banyak baca buku tentang masalah Iman Kepada Takdir, ya. Atau, karena brother menyebut status sebagai mahasiswa, bisa juga dengan bergabung dengan organisasi keagamaan.

      Pilih yang ada sistem pengajaran dan penjagaannya ya bro, semacam Tarbiyah. Kenapa kusaranin pilih yang ini, karena di situ ada sistem murobbinya. Jadi nanti di sana bakalan ada pertemuan rutin seminggu sekali, untuk mengetahui keadaan rohani masing-masing personel. Kalo bingung dengan yang saya maksud: di kampusmu ada kan, mahasiswa-mahasiswa yang terafiliasi dengan KAMMI atau PeKaeS (maaf terpaksa nyebut merek), deketin mereka tuh. Karena ga semua orang2 tersebut sejelek yang digambarin media.

      Saya bukan bagian dari mereka, tapi pernah merasakan betapa menyenangkannya sistem ‘penjagaan dan persaudaraan’ yang mereka bangun. Tersistem-tersturktur-dan sistematis.

      Well, seperti kata Enigma Sensei dalam footnote blognya:
      If I see in the darkness, it’s because there is light….And it is the light which guides me now….

      Setiap ada kemauan, pasti ada jalan. Tergantung seberapa kuat kemauanmu itu.
      Goodluck.

    • gay itu juga ada campur tangan jin wanita yg menyukai mas, sehingga ada dua jiwa berada dalam tubuh mas…sy pernah lihat tayangannya di acara ruqyah trans7 via youtube dan kasus gay adalah salah satu ciri gangguan jin yang menyukai manusia…

  12. Assalaamu’alaikum wr.wb. mbak Ely….

    Lama sekali tidak bersilaturahmi. Didoakan mbak selalu sihat dan bahagia. Mudahan sambutan eidul adha di Jerman menyenangkan ya mbak. Namun pasti berbeda dengan kampung halaman sendiri.

    Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
    Laailaaha illahu wa Allahu Akbar
    Allahu Akbar walillaahil hamd.

    Selamat Menyambut Aidil Adha 1437 Hijriyyah. Semoga takbir yang bergema membawa seribu keberkatan bersama-sama erti pengorbanan sebenar.

    Salam Aidil Adha, maaf zahir dan bathin dari Sarikei, Sarawak.

  13. ass….. wr. wb. langkah yang kamu ambil memang sudah benar dengan mendekatkat diri pada tuhan ( Ibadah ) dan tidak melakukan kontak dengan “mereka” dan sebisa mungkin hindari hal2 yang berbau “gay” perbanyaklah dzikir dan bergaul dengan orang yang normal atau ikut pesantren aja insyaallah berkah…
    semoga allah berkendak menjadikan diri mas seorang pria tulen yang bisa menjalani kehidupan normal mempuanyai anak dan isteri dan manjadiakan keluarga sakinah, mawahdah, warohmah., Amin

  14. pelajaran terbaiknya agar kita menghargai siapapun tanpa pandang bulu. Karena ternyata banyak diantara mereka yg tadinya dianggap sebelah mata untuk ingin hidup normal.

  15. Assalamu’alaikum..
    Melihat Mas Tanpa nama telah tahu dan memiliki tekad yang sangat baik. Beberapa masukan-masukan yang telah disampaikan teman-teman sudah sangat bagus jika diterapkan. Namun saya ada ada sedikit tambahan, atau menguatkan apa yang yang telah disampaikan. Yaitu : Mas kalau bisa banyak bergaul dengan orang-orang sholeh. Ajak ngobrol mereka. Diskusi mengenai apa saja. Tidak hanya mengenai masalah penyakit gay, tapi ada banyak hal yang lebih luas yang bisa dipelajari dari mereka. Spektrum agama Islam itu sangat luas. Insyaallah dengan begitu – selain mengerjakan apa yang telah disarankan oleh teman-teman yang lain – seiring berjalan waktu akan disembuhkan Allah SWT.

  16. saya kurang paham dengan keadaan yang mas (tanpa nama) alami, tapi menurut saya secara pribadi mendekatkan diri pada Allah adalah pilihan terbaik. Mengenai cara mas dengan mengurangi komunikasi dengan orang-orang yang dimaksud itu merupakan pilihan, tapi menurut saya alangkah baiknya mulai bergaul dengan orang-orang saleh dan sering sharing (kalau bisa dengan ustadz/psikolog) karena akan membantu dalam menemukan solusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>